Menu ✖

Mode Gelap
Pedang Pora Warnai Pelepasan Wakapolda Sulteng Helmi Kwarta ke Mabes Polri Kapolda Rizal Irawan Pimpin Sertijab Wakapolda Sulteng dan Kapolres Parimo Hadiri Pesantren Lansia, Wagub Reny Ajak Lansia Jaga Kesehatan dan Perkuat Iman Kapolda Sulteng Gelar Jumat Keliling, Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Bersama Buka Festival Danau Poso 2026, Anwar Hafid Tekankan Budaya, Lingkungan, dan Ekonomi Rakyat Polda Sulteng dan BNNP Kembali Gerebek Kayumalue, Dua Orang Diamankan

Sulawesi

RSUD Undata Diproyeksikan Jadi Rumah Sakit Bertaraf Internasional

badge-check


					Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny Lamadjido, Sp.PK., M.Kes membuka kegiatan Survey Verifikasi Lapangan RSP dan RSPPU oleh Kementerian Kesehatan di RS Undata. (Foto: Istimewa) Perbesar

Wakil Gubernur Sulteng, dr. Reny Lamadjido, Sp.PK., M.Kes membuka kegiatan Survey Verifikasi Lapangan RSP dan RSPPU oleh Kementerian Kesehatan di RS Undata. (Foto: Istimewa)

Karama.id – Palu, RSUD Undata diproyeksikan menjadi rumah sakit bertaraf internasional melalui penguatan layanan kesehatan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta pengembangan fasilitas pendidikan dokter spesialis.

Hal tersebut disampaikan Reny Lamadjido saat membuka kegiatan Survey Verifikasi Lapangan Rumah Sakit Pendidikan (RSP) dan Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama (RSPPU) oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia di RS Undata, Kamis (7/5/2026).

Menurut Wakil Gubernur, kegiatan tersebut menjadi langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan RS Undata sekaligus memperpanjang status rumah sakit pendidikan guna mendukung program pendidikan dokter spesialis Fakultas Kedokteran Universitas Tadulako.

Baca Juga:
Pemprov Sulteng Lantik Direktur Baru RSUD Undata, Perkuat Layanan Kesehatan

“RS Undata diharapkan mampu menjadi rumah sakit unggulan dengan standar pelayanan yang semakin baik dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menjelaskan, saat ini terdapat tiga program pendidikan dokter spesialis yang dikembangkan di RS Undata, yakni Ilmu Bedah (Sp-1), Obstetri dan Ginekologi atau Kebidanan dan Kandungan (Sp-1), serta Ilmu Penyakit Dalam (Sp-1).

Menurutnya, status Rumah Sakit Pendidikan Penyelenggara Utama menjadi syarat penting agar RS Undata dapat mendukung pendidikan dokter spesialis secara maksimal.

“Agar Rumah Sakit Undata bisa mendukung pendidikan spesialis maka harus mendapat status RSPPU,” katanya.

Selain penguatan layanan medis, Reny juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas tenaga pelayanan, khususnya petugas di bagian terdepan rumah sakit. Penguasaan bahasa asing dinilai menjadi salah satu langkah penting menuju pelayanan kesehatan bertaraf internasional.

“Untuk jadi rumah sakit dengan pelayanan yang betul-betul internasional maka petugas yang di depan harus bisa bahasa Inggris,” tambahnya.

Baca Juga:
Anwar Hafid Tekankan Pembangunan Berbasis Spiritualitas dan Kearifan Lokal di Penutupan Paskah Nasional

Ia berharap seluruh elemen rumah sakit terus bersinergi dan meningkatkan kualitas pelayanan sehingga RS Undata mampu menjadi pusat layanan kesehatan dan pendidikan medis unggulan di Sulawesi Tengah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Direktur RS Undata, Jumriani, beserta jajaran wakil direktur, dokter spesialis, dan tenaga kesehatan di lingkungan RS Undata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Trending di Sulawesi